Cinta Allah,
Tak selamanya tampak indah sebening embun.
Dia tak selalu hangat secerah mentari
Terkadang ia perih sepanas bara api
Mungkin ia juga gelap, dingin, dan kaku seperti malam
Dia yang menghalangi kita menari dengan bahagia di tengah
Dia yang mengganggu kita ketika asyik bermain di tengah gerimis
Dia yang melarang kita bersenandung sambil berlari-lari di halaman rumah
Namun,
karena ia bernama cinta,
ia pasti bermakna kebaikan
Walaupun awalnya terasa menyesakkan dan pahit,
ia selalu berakhir, seperti cinta pada umumnya,
indah dan menyenangkan,
tanpa penyesalan.
Karena ia tau, di antara semak belukar
Karena ia tau, gerimis akan disusul oleh hujan deras dan petir yang menyambar-nyambar
Karena ia tau, di ujung halaman rumah itu, ada jurang yang terjal
Karena ia tau apa yang tidak diketahui oleh kesombongan kita
Karena cintaNya tidak dapat diucapkan dengan kata-kata terpuitis sekalipun
Karena cintaNya tidak dapat diilustrasikan dengan lukisan terindah sekalipun
Karena cintaNya tidak dapat dinyanyikan dengan melodi termedu sekalipun
Mungkin cintaNya hanya dapat diceritakan dengan kepedihan
Allah, You are so mysterious..
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. (Al-Baqarah:216)”